Kerjasama nokia dan alcatel
Artikel / /
Kolaborasi Nokia dan Alcatel Dapat Mempercepat Munculnya 5G

Saat ini mungkin kita mendapati Samsung dan Apple berkuasa di dunia smartphone, namun satu dekade yang lalu nama Nokia yang menjadi penguasa. Perusahaan ini menguasai sebagian besar pasar dunia dengan berbagai fitur ponsel dan selalu melepaskan berbagai model setiap tahunnya.

Pembangkit tenaga listrik Finlandia Nokia menjual bisnis mobile untuk Microsoft dua tahun lalu sebesar 7.5 miliar dollar setelah gagal beralih dari fitur ponsel ke smartphone. Produsen ponsel terbesar di dunia itu tertinggal di belakang dan kehilangan dominasinya setelah Samsung dan Apple yang menciptakan ponsel dengan prosesor berkecepatan tinggi Android dan iOS sehingga membuat Symbian menjadi “usang”.

Meski begitu, Nokia masih “bernyawa”, Microsoft hanya membeli bisnis mobile dari perusahaan asal Finlandia ini dan meninggalkan sisanya yang berurusan dengan peralatan telekomunikasi. Tidak diketahui apa yang Nokia lakukan setelah penjualan bisnis mobilenya, namun beberapa waktu terakhir Nokia mengumumkan rencana untuk bergabung dengan raksasa telekomunikasi Perancis, Alcatel Lucent. Jika kerja sama ini berjalan, hal ini memungkin Nokia akan segera menciptakan perangkat mobile baru di pasaran dan mempercepat kedatangan teknologi termasuk 5G dan apa yang disebut Internet of Things. Tetapi dari informasi yang ada, Alcatel sepertinya akan tetap merilis smartphone dengan nama mereka. Ini berarti mungkin akan ada beberapa kompetisi internal antara Nokia dan Alcatel.

Kesepakatan senilai + 24 miliar US Dollar akan mempertemukan Bell Labs dan Nokia FutureWorks, dua pusat inovasi yang akan fokus pada pengembangan 5G, sensor, IP, SDN (networking software-defined), teknologi cloud, analisis dan pencitraan.

Pernyataan bergabungnya kedua perusahaan ini menyoroti pada serangkaian fokus untuk pergerakan inovasi yang diatur untuk perkembangan 5G yang menjanjikan untuk membawa kecepatan data yang lebih cepat ke generasi berikutnya dari jaringan mobile.

Mereka akan menjalankan kerjasama di 5G/Small Cell R&D Centre of Excellence yang berbasis di Perancis, dan berencana untuk menyewa “raturan” lulusan baru untuk yang bekerja dan berorientasi pada teknologi ” masa depan”, termasuk 5G.

Nokia juga mengumumkan rencana untuk mengumpulkan dana 100 miliar euro untuk berinvestasi dalam start-up di Perancis yang difokuskan pada Internet of Things dan industry internet.
Perusahaan gabungan ini memiliki lebih dari 110 ribu karyawan di seluruh dunia, dengan sekitar sepertiganya bekerja untuk R&D. Perusahaan baru ini akan dipimpin oleh CEO Nokia saat ini, Rajeev Suri, dan akan mempertahankan nama Nokia yang berarti bahwa Alcatel Lucent akan berakhir sebagai merek terpisah.

Alcatel Lucent sendiri telah berhenti membuat ponsel lebih dari satu dekade yang lalu, setelah menciptakan dan kemudian bekerja sama dengan perusahaan komunikasi Cina TCL. Alcatel masih bertahan di pasaran ponsel sebagai Alcatel-TCL atau Alcatel One Touch.