android one
Artikel / /
Membedah Ponsel Lokal Berbasis Android One

Akhirnya secara resmi Google memperkenalkan smartphone berbasis Android One di Indonesia pada awal bulan Pebruari yang lalu. Tiga vendor lokal yang digandeng oleh Google untuk memproduksi dan memasarkan ponsel dengan Operating System (OS) Android 5.1 Lollipop tersebut masing-masing Nexian dengan produk Nexian Journey One, Evercross dengan produk Evercross One X, dan Mito dengan produk Mito Impact A10. Menariknya, ketiga ponsel besutan 3 vendor yang berbeda itu dibandrol dengan harga satu jutaan, sehingga tidak memberatkan untuk kantong mereka yang ingin merasakan mencoba OS terbaru dari si robot biru.

Harga murah bukan berarti menghadirkan tampilan dan spesifikasi yang sederhana, karena nama besar Google ikut menjadi taruhannya. Itu sebabnya, Google menjanjikan ponsel-ponsel yang menggunakan produknya tersebut merupakan ponsel dengan software update yang langsung dikontrol oleh Google. Selain itu OS Android 5.1 Lollipop yang menyertainya, memiliki serangkaian keunggulan dibanding Android generasi sebelumnya, diantara keunggulan yang dimiliki Lollipop tersebut adalah:
1.Device Protection, fitur ini tidak ubahnya seperti Activation Lock yang dimiliki Apple pada iOS 7 yang fungsinya untuk menjaga data yang tersimpan dalam handset tidak sampai dicuri. Kalaupun Smartphone tersebut dicuri, si pencuri tidak akan dapat menggunakannya sebelum memasukkan kata sandi akun Google dari si pemilik smartphone.
2.HD Voice Call, dengan fitur ini suara yang dihasilkan perangkat saat melakukan panggilan telepon akan terdengar lebih jernih. Namun begitu, sinyal dari pihak penyedia jaringan juga ikut menentukan kualitas suara dari perangkat ponsel.
3.Quick Settings, fitur ini memungkinkan pengguna menyambungkan perangkat yang dimilikinya secara langsung ke jaringan Wi-Fi baru, tanpa terlebih dahulu masuk ke aplikasi settings.
4.Theme Settings, fitur ini sangat bermanfaat buat smartphone yang memiliki dual SIM Card, karena ada opsi perubahan tema untuk masing-masing kartu SIM, misalnya tema diset berwarna merah untuk kartu SIM A dan tema diset dengan warna biru untuk kartu SIM B. Dengan 2 seting tema yang berbeda pemilik perangkat akan tahu, kartu mana yang sedang menerima panggilan atau kartu mana yang akan dipakai untuk memanggil, dengan melihat tema yang tersaji di layar.

Setelah mengetahui keunggulan Android One dengan OS Android Lollipop-nya tersebut, lantas seperti apa spesifikasi dari ponsel-ponsel yang menggunakan perangkat dari Google ini? Selain desain dan harga, tidak ada satu fiturpun yang berbeda dari ketiga Ponsel yang diproduksi Nexian, Evercross, dan Mito tersebut. Ketiganya memiliki layar dengan ukuran 4.5 inch dengan resolusi 480 x 584 pixels serta kepadatan 218 ppi yang sudah menggunakan IPS Capacitive touchscreen yang mengusung 16 juta warna, namun masih belum dilengkapi dengan Gorilla Glass sebagai pelindung layar.

Untuk otak smartphone, ditanamkan prosesor Quad Core 1.3 GHz Cortex-A7 dan Chipset Media Tek MT6582 yang didukung RAM sebesar 1 GB serta pengolah grafis Mali 400 MP2 untuk menjalankan OS.V5.1 Lollipop dan aplikasi lainnya. Spesifikasi tersebut cukup memadai mengingat Lollipop sendiri tidak terlalu berat untuk dijalankan dan juga efisien dalam penggunaan daya. Itu sebabnya kapasitas baterei yang dimiliki ketiga ponsel tersebut juga tidak terlalu besar, meski tidak bisa disebut kecil, yakni 1700 mAh.

Untuk fasilitas kamera, ketiga ponsel juga memiliki kemampuan yang sama, yakni lensa beresolusi 5 MP untuk kamera utama dengan tambahan fitur LED Flash, auto focus, touch focus, geo tagging, serta face detection & panorama. Sedang untuk kamera depan, dibekali lensa degan resolusi 2 MP yang cukup memadai untuk dipakai selfie.

Dengan spesifikasi yang sama tersebut, maka yang dapat dijadikan patokan oleh mereka yang ingin merasakan Android One hanya ada 2 hal, yakni: harga serta desain ponsel.