Sony Smartwatch
Artikel / /
Smartwatch, “Tanda” Kematian Smartphone?

Smartwatch, seperti Moto 360, Samsung Gear S, Pebble, dan Apple Watch, memang masih jauh dari kata sempurna, tapi kita sudah bisa melihat secara garis besar bahwa suatu produk dapat menggantikan “pendahulunya”. Bagi banyak orang, laptop telah menggantikan desktop dan kemudian tablet menggantikan laptop. Mungkinkah dengan kehadiran smartwatch kecanduan kita akan smartphone menjadi hilang?

Smartphone mulai menunjukkan tanda-tanda kemerosotan inovasi teknologi. Setiap produk baru yang diluncurkan, hanya ada sedikit perbaikan-perbaikan kecil yang dilakukan. Kamera yang lebih baik di sini, layar lebih tajam di sana. Namun, di sisi lain, Smartwatch tampaknya tidak memiliki apa-apa tetapi potensial.

Lihatlah betapa banyaknya jumlah aplikasi yang dirilis untuk Apel Watch. Yang sebelumnya hanya ada selusin aplikasi sebelum peluncuran, kini telah berkembang menjadi ribuan. Ada aplikasi pesan dan media sosial yang telah diprediksi, dan anda tidak memerlukan lebih dari sekedar layar kecil hanya untuk mengirim pesan “LOL”. Tapi smartwatch juga dapat memutar musik, membayar untuk pesanan Latte anda, membuka kunci, dan bahkan memonitor keuangan anda. Anda dapat menemukan restoran terdekat menggunakan aplikasi Yelp dan mengidentifikasi lagu yang diputar di toko dengan Shazam. Anda bahkan dapat memeriksa harga saat berbelanja dan membuat catatan singkat. Hyundai bahkan telah mendemonstrasikan sebuah aplikasi Android dan Apple Watch yang dapat menyalakan mesin mobil dari jarak jauh dan membuka pintunya. BMW telah menunjukkan sebuah aplikasi yang memerintahkan mobil anda untuk pergi dan memarkirkan dirinya sendiri. Terdengar tidak nyata bukan?

Namun, ketahanan baterainya telah menjadi kritik utama untuk smartwatch. Sebuah smartwatch biasanya hanya dapat hidup selama satu hari sebelum perlu untuk kembali diisi ulang. Kedengarannya mengerikan jika anda membandingkan smartwatch dengan jam tangan tradisional (yang hanya membutuhkan baterai baru sekali dalam setahun). Tapi akan lebih tepat untuk membandingkan smartwatch dengan smartphone. Dalam konteks ini, smartwatch lebih baik dari smartphone apapun yang memiliki ketahanan baterai yang lebih buruk.

Selain itu, karena mereka dikenakan dan bersentuhan langsung dengan kulit, smartwatches dapat melakukan banyak hal lebih dari smartphone, khususnya di bidang kesehatan dan kebugaran. Dengan monitor aliran darah, smartwatch secara terus-menerus dapat memeriksa nadi anda, serta mengukur respon kulit galvanik dan gerakan fisik, memberikan informasi mengenai kesehatan pemakainya yang tidak dapat dilakukan pada smartphone jika tanpa upaya yang cukup.

Namun tentu saja, anda tidak dapat memanipulasi spreadsheet besar ke dalam layar kecil di jam tangan anda. Namun anda juga tidak bisa menulis novel dalam smartphone anda. Anda mungkin bisa melakukannya, tetapi mungkin imajinasi anda akan hilang karena terlalu lelah melihat layar yang terlalu sempit dan ukuran keyboard yang dapat membuat jempol anda cidera jika harus mengetik ratusan lembar kata. Jadi jelas, untuk beberapa jenis pekerjaan, komputer desktop masih merajai.

Lahan empuk untuk smartwatch adalah bahwa anda dapat melakukan tugas-tugas seperti memeriksa pesan, e-mail, dan postingan Facebook tanpa harus membolak-balik smartphone anda. Ini mungkin dapat mendorong ke perubahan perilaku pengguna yang mungkin anda perhatikan bahwa mereka akan lebih jarang meraih saku mereka untuk mengambil ponsel.

Jadi, itu mungkin bukan ide gila untuk berpikir jika computer di pergelangan tangan anda ini bisa menggantikan smartphone.