Informasi / /
Indosat Berubah Jadi Indosat Ooredoo

Pada tahun 2011 perusahaan ini menguasai 21 persen pangsa pasar dan pada tahun 2013 mengklaim memiliki 58,5 juta pelanggan untuk telpon genggam.

Situs investasi untuk Indonesia menyatakan bahwa Indosat kehilangan beberapa persen pasar pelanggan telepon genggamnya pada tahun tahun terakhir. Sementara situs lainnya (Onbile.com) menempatkan Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar ketiga pada tahun 2013 dibawah Telkomsel dan XL Axiata.

Pada Februari 2013 perusahaan telekomunikasi Qatar yang sebelumnya bernama Qtel dan menguasai 65 persen saham Indosat berubah nama menjadi Ooredoo dan berencana mengganti seluruh perusahaan miliknya atau dibawah kendalinya yang berada di Timur Tengah, Afrika dan Asia Tenggara dengan nama Ooredoo pada tahun 2013 atau 2014. Saat itu, Indosat dalam siaran persnya menanggapi hal ini belum memutuskan akan mengubah nama dari Indosat menjadi Ooredoo atau tidak, karena menganggap nama Indosat telah memiliki “hubungan” dengan pelanggan. Dua tahun kemudian, pada 19 November 2015 Indosat akhirnya mengubah identitas dan logonya dengan nama Indosat Ooredoo.

Indosat memperkenalkan logo identitas baru bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-48 pada hari Kamis (19/11/2015). Indosat kini berganti menjadi Indosat Ooredoo.

Nama dan logo baru tersebut diperkenalkan dalam sebuah acara di kantor pusat Indosat di Jakarta.

CEO Indosat Alexander Rusli dalam sambutannya mengatakan, “Hari ini adalah awal yang baru bagi perusahaan kami (Indosat).”

“Tiga tahun yang lalu kami telah memulai perjalanan baru perusahaan untuk menuju perusahaan telekomunikasi digital,” ujar Alex di atas panggung, yang memakai kaus merah-kuning bertuliskan Indosat Ooredoo.

Dijelaskan Alex, bersama Ooredoo, Indosat akan memasang target yang lebih luas lagi untuk membuka akses dunia digital bagi semua masyarakat Indonesia.

“Kami siap memberikan kemampuan terbaik, pengalaman digital terbaik, dan tak lupa layanan pelanggan yg terbaik,” ujar Alex.

Logo Indosaat Ooredoo dijelaskan Alex merepresentasikan semangat baru perusahaan yang muda, dinamis, dan menjadi brand kebanggaan Indonesia dengan eksposure internasional.

Ooredoo adalah perusahaan telekomunikasi berbasis di Qatar yang saat ini memegang mayoritas saham Indosat. Ooredoo mengakuisisi Indosat pada 2002 lalu saat pemerintah melepas 41,9 persen saham ke Ooredoo.

Saat ini, pemerintah Indonesia hanya mempunyai 14,29 persen saham Indosat, sedangkan Ooredoo mengantongi 65 persen. Sisanya dimiliki publik.