Nokia N1
Informasi / /
Nokia: Revolusi Sang Penghubung Masyarakat

Nokia Corporation merupakan sebuah produsen peralatan telekomunikasi yang paling besar di dunia. Perusahaan ini juga dikenal yang paling besar di negara basisnya sendiri yaitu Finlandia. Nokia dikenal lewat produk-produknya yang berupa telepon genggam untuk seluruh pasar dan protokol utama termasuk jaringan GSM, CDMA, dan W-CDMA atau UMTS. Perusahaan ini memang sudah tidak beroperasi atas nama Nokia lagi sejak kebangkrutannya dan dibeli oleh Microsoft, namun tak ada salahnya kita mengetahui secara lebih lanjut mengenai perusahaan yang produknya sempat merajai pasar ponsel di seluruh dunia.

Nokia pernah merajai industri ponsel selama 14 tahun lamanya. Hal ini jelas membuktikan Nokia sebagai salah satu perusahaan yang tidak main-main dalam memproduksi produk mereka sebaik mungkin. Mungkin beberapa dari kita pernah menggunakannya dan mengalami sendiri kekuatan produk Nokia dibandingkan dengan beberapa produk pesaing baru yang rata-rata hanya bertahan 2 hingga 3 tahun saja. Ponsel Nokia diketahui cukup bandel digunakan dan harga jual kembalinya yang tidak terlalu rendah. Pantas jika banyak orang cukup bangga menggunakan Nokia.

Sayangnya, pesaing Nokia mulai muncul dengan gebrakan baru baik dari sisi fisik ponsel hingga sistem operasi yang digunakan. Nokia mulai tersingkirkan karena dianggap tidak mau menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen di pasar. Hal inilah yang kemudian menjadikan produk Nokia tidak lagi diminati dengan antusias yang tinggi. Selain karena kurang (atau mungkin bisa dikatakan tidak mau) berinovasi mengikuti pesaingnya, harga beli produk Nokia termasuk tinggi. Di saat pesaing mulai meluncurkan berbagai produk yang bisa dijangkau bahkan oleh lapisan konsumen paling bawah, Nokia tetap mempertahankan kualitasnya – yang mana berpengaruh pada harga yang diberikan pada setiap produk.
Tahun 2013, muncul kabar bahwa perangkat serta layanan Nokia akan dibeli oleh Microsoft dengan total dana yang dikeluarkan mencapai 7.2 miliar dolar AS. Transaksi tersebut diperkirakan selesai pada kuartal pertama tahun 2014. Ponsel Lumia dan Asha yang tadinya berada di bawah naungan Nokia berganti kepemilikan oleh Microsoft. Yang menarik, nama Nokia tetap menjadi hak milik produsen aslinya dan tidak boleh dibeli oleh Microsoft. Sejak akuisisi tersebut, Microsoft akhirnya resmi menggunakan satu nama untuk perangkat ponsel cerdas mereka yaitu Microsoft Lumia.

Meski diketahui berada di bawah naungan Microsoft, ada kabar baik bagi Anda pecinta produk Nokia. Kini Nokia diketahui hanya meluncurkan satu produk mereka yang dijual di India yaitu Tablet Nokia N1 karena kontraknya dengan Microsoft untuk tidak merilis produk terbaru sampai tahun 2016. Namun sejak April 2015, Nokia dikabarkan sudah mulai bersiap untuk memproduksi kembali karena masa kontrak semakin dekat dengan tanggal kadaluarsa. Kabar yang beredar, produsen Nokia tidak akan hadir dengan produk seperti tablet Nokia N1. Mereka akan mendesain sendiri produk dan desain produk mereka dari tim Nokia dan diklaim akan jelas berbeda dari produk-produk mereka sebelumnya. Mengenai distributor dan manufaktur produk juga akan dibatasi oleh perusahaan yang berbeda.

Itulah sekilas informasi mengenai Nokia yang bisa disampaikan. Untuk inovasi apa yang akan dibuat Nokia selanjutnya, kita tinggal menunggu karena tahun ini Nokia akan menggebrak industri ponsel dengan revolusi yang baru. Tentunya hal ini akan menjadi kabar yang baik sekaligus mendebarkan bagi para pecinta produk Nokia, apakah Nokia akan mampu kembali merajai pasar elektronik khususnya sektor ponsel, ataukah kembali gagal akibat idealism dan keterlambatannya dalam berinovasi seperti yang pernah mereka alami sebelumnya. Kita tunggu saja tanggal mainnya.