BlackBerry Leap
Review / /
BlackBerry Leap,  Berjalan dengan 2 Sistem Operasi yang Berbeda

BlackBerry tampaknya sadar bahwa masa kejayaannya sudah digeser oleh smartphone Apple, Android, bahkan Windows Phone. Karena itu, meski tetap memasang OS BB terbaru pada produk yang belum lama ini diluncurkan, yakni BlackBerry Leap, namun juga menambahkan sistem operasi lain sebagai alternatif bagi pengguna yang lebih menyukai operating system non-BB. Alhasil, pemilik Leap akan semakin dimanjakan, karena selain dapat mengoperasikan perangkat dengan menggunakan BlackBerry OS 10.3.1 yang canggih, juga dapat mengunduh dan menginstal beragam aplikasi dengan format Apk untuk android yang tersedia di Amazon App Store. Tidak hanya itu, BlackBerry juga menyediakan ratusan ribu aplikasi yang bisa diunduh dengan gratis lewat BlackBerry App World.

Kemampuan ponsel yang dijual seharga 200 poundsterling atau sekitar Rp.3,8 juta ini dalam mengoprasikan dua OS yang berbeda, berkat kehadiran hardware yang cukup handal, yakni prosessor Dual Core berkecepatan 1.5 GHz, dengan Chipset Qualcomm MSM8960 Snapdragon S4 yang didukung RAM berkapasitas 2GB dan pengolah grafis Adreno 305. Dengan otak tersebut, handset ini juga mampu menjelajah jaringan FDD-LTE serta HSDPA berkecepatan 42 mbps. Pada sisi konektivitas, smartphone ini memang tidak dilengkapi dengan NFC, namun untuk konektivitas yang lain terbilang lengkap, karena tersedia Wi-Fi 802.11 b/g/n 2.4 GHz plus fitur Wi-Fi Display yang dapat dihubungkan pada perangkat berlayar besar yang support miracast, ada juga Bluetooth V4.0 yang Low Energy, serta GPS dengan aplikasi BlackBerry® Maps yang mendukung A-GPS. Untuk storage yang disediakan terbilang cukup lapang karena disediakan internal memory berkapasitas 16 GB yang dapat diupgrade dengan microSD sampai dengan 128 GB.

Meski masih sama dengan BB lainnya yang hanya support 1 SIM Card GSM, namun dari sisi tampilan BlackBerry Leap telah membuang trackpad dan keyboard qwerty karena menggunakan layar Full Touch Screen. Namun, untuk mereka yang menyukai penggunaan keyboard qwerty yang memang lebih cepat dalam penggunaan masih bisa menikmatinya, karena keyboard qwerty tersebut bisa dijumpai pada layar touchscreeen yang memiliki resolusi HD 720 x 1280 pixels dan kerapatan ~297ppi. Dengan resolusi yang cukup tinggi tersebut, bentang layar yang berukuran 5 inch dipastikan akan menyuguhkan gambar yang tajam dan detail meski hanya menggunakan layar Capacitive Touchscreen tanpa dukungan tekhnologi IPS maupun AMOLED.

Untuk fasilitas kamera, smartphone yang bentuknya seperti Xiaomi Mi3 ini dibekali kamera utama berkekuatan 8 Megapixels dengan tambahan berbagai macam fitur seperti Autofocus, Touchfocus, LED Flash untuk membantu pencahayaan, Geo-tagging, HDR, Panorama, serta Video image stabilization. Dengan kamera tersebut, dapat dihasilkan foto beresolusi 3264 x 2448 pixels, dan video Full HD 1080 berkeceptan 30 fps. Sedang untuk kamera depan, tertanam lensa berkekuatan 2MP yang cukup lumayan untuk dipakai selfie maupun video calling.

Sebagai pendukung daya, ponsel berdimensi 144 x 72.8 x 9.5 mm dan bobot 170 gram ini menggunakan baterei Li-Po berkapasitas 2800 mAh. Meski baterei tersebut tidak dapat dilepas, namun ketahanannya dapat diandalkan karena mampu bertahan hingga 25 jam untuk pemakaian normal, atau sekitar 17 jam untuk menelepon di jaringan 3G, serta 9,5 jam untuk menonton video. Berbekal spesifikasi yang terbilang lumayan itulah BlackBerry Leap mencoba bersaing memperebutkan pasar di level menengah.