Review / /
Keistimewaan dua kamera Leica di Huawei P9

Dua kamera Huawei P9 dan P9 Plus menggunakan lensa Leica SUMMARIT dan sensor piksel 1,25 mikron beresolusi 12MP. Lensa itu dilengkapi teknologi hybrid-focus yang diklaim dapat menghasilkan foto dengan kualitas jauh lebih baik. P9 dan P9 Plus juga mendukung pengambilan gambar berformat RAW.

Huawei P9 dibekali layar seluas 5,2 inci beresolusi 1080p panel IPS LCD. Untuk seri P9 Plus mengusung resolusi layar yang sama namun jenisnya AMOLED berukuran 5,5 inci. P9 mengusung fitur 3D Touch yang berkonsep pressure sensitivity. Tapi di P9 Plus namanya berganti menjadi Press Touch.

Kedua ponsel pintar ini menggunakan prosesor Kirin 955 yang telah dimodifikasi dari versi yang digunakan di Huawei Mate 8 serta pengolah grafis Mali-T880. Huawei P9 hadir dengan baterai berkapasitas 3.000 mAh sedangkan Huawei P9 Plus hadir dengan baterai lebih besar 3.400 mAh.

Bicara harga, Huawei P9 versi RAM 3GB dan memori internal 32GB dibanderol dengan harga EUR599 atau sekitar Rp9 juta. Sedangkan P9 dengan RAM 4GB dan memori internal 64GB, Huawei memasang banderol EUR649 atau sekitar Rp9,7 juta. Untuk P9 Plus dibanderol seharga EUR749 atau sekitar Rp11,2 juta.

P9 akan tersedia dalam empat pilihan warna yaitu Rose Gold, Prestige Gold, Titanium Grey dan Mystic Silver, dengan varian P9 Deluxe dengan warna Haze Gold dan Ceramic White.

P9 Plus hanya tersedia dalam tiga pilihan warna yaitu Haze Gold, Quartz Grey dan Ceramic White.

Mengenai kapan masuk ke tanah air, Marketing Director Huawei Consumer Business Group Indonesia Ellen Angerani Gunawan menuturkan kepada Liputan6(6/4), “Untuk P9 series kemungkinan akhir Juli masuk ke market indonesia.”

Namun Ellen belum bisa mengungkapkan harga jualnya di Tanah Air karena tiap negara memiliki kebijakan sendiri-sendiri.

p9 leica kamera

Untuk apa Huawei menggunakan dua kamera Leica?

Dalam situs resminya, Huawei mengklaim bahwa keberadaan dua kamera tersebut memungkinkan ponsel Huawei P9 dan P9 Plus untuk menangkap warna yang lebih cemerlang dengan komposisi warna hitam dan putih yang memukau.

Berbeda dengan konsep kamera ganda yang digunakan untuk efek 3D atau perubahan fokus seperti di HTC M8, Huawei mengusung pendekatan berbeda. Satu dari kamera tersebut dilengkapi dengan sensor RGB tradisional, artinya mampu memotret foto dalam kondisi berwarna. Sementara satunya memiliki sensor monokrom, artinya hanya memotret dalam warna hitam dan putih.

Dilansir dari Softpedia, cara kerjanya adalah lensa kamera pertama akan mengambil warna red, green dan blue (RGB) dan juga menonjolkan data monokrom. Kemampuan untuk mensimulasikan efek wide-aperture memungkinkan lebih banyak cahaya ke lensa untuk membuat di titik gambar tertentu bisa sangat dalam.

Kualitas gambarnya disempurnakan berkat adanya dua sensor yang berbeda (RGB dan monokrom). Dengan begitu, ponsel dapat menggabungkan algoritma dari gambar yang ditangkap oleh masing-masing sensor tersebut. Sensor RGB untuk mendapatkan warna dari objek yang ditangkap, sedangkan detailnya didapatkan dari sensor monokrom.

Huawei menyebut dengan menggandeng Leica, bukan berarti lensa pada ponsel cerdas tersebut mampu menghasilkan kualitas setara dengan Leica yang legendaris. Adanya sertifikasi Leica berarti mendapatkan campur tangan Leica dalam proses pengembangannya.

Meskipun diklaim memiliki kamera yang dapat menghasilkan foto kualitas tinggi, Huawei menyarankan pengguna untuk tidak berharap terlalu tinggi.