lumia 430
Review / /
Lumia 430, Windows Phone Termurah Penerus Keluarga Lumia

Sejak mengakuisisi Lumia dari tangan Nokia, Microsoft Corporation terus menggulirkan produk-produk Lumia Series untuk memperbanyak varian Windows Phone yang terus terdesak oleh Apple dan Android, dan produk terbaru yang bakal diluncurkan ke pasaran adalah Lumia 430. Masih membidik pasar menengah ke bawah, smartphone yang menurut rencana bakal dijual dengan harga kurang dari Rp. 1 juta tersebut sudah menggunakan OS terbaru besutan Microsofot, yakni Windows Phone 8.1 yang dapat diupgrade ke versi 10 nantinya.

Meski dengan harga yang relatif murah, smartphone dual SIM yang menggunakan Micro SIM ini sudah dipersenjatai dengan hardware yang cukup garang di kelasnya, yakni prosessor berinti dua Cortex-A7 yang memiliki kecepatan 1.2 GHz yang didukung Chipset buatan Qualcomm MSM8210 Snapdragon 200 dengan RAM 1 GB, ROM 8 GB yang dapat diperluas sampai dengan 128 GB dan kartu grafis Adreno 302. Dapur pacu yang lumayan bertenaga tersebut menjadi semakin optimal dalam menunjukkan kinerjanya, karena operating system yang digunakan adalah OS terbaru dari Microsoft yang dikenal tangguh.

Sedang pada sektor tampilan, penggunaan eksterior bagian belakang yang memiliki 2 pilihan warna, yakni hitam dan oranye, menjadi semakin manis dengan layar berukuran 4.0 inches (~58.8% screen-to-body ratio) yang berdimensi 120.5 mm x 63.2 mm x 10.6 mm dan berat 127.9 gram. Layar Capacitive Touchscreen Multitouch tersebut akan menghadirkan sentuhan visual yang tajam, detail, dan mendekati warna asli, karena memiliki keragaman warna 16 M dengan resolusi 480 x 800 pixels dan kerapatan 235 ppi pixel density. Hanya saja, tidak adanya proteksi yang melindungi layar dari debu dan goresan pada Lumia 430, ada baiknya ditambahkan screen protector sebelum perangkat ini digunakan.,

Keunggulan pada sisi dapur pacu, operating system, dan juga layar, sayangnya tidak diikuti dengan fasilitas fotografi yang menyertainya. Karena pada sektor kamera, jika dibandingkan dengan para kompetitornya di kelas menengah ke bawah, kamera yang ditanam pada smartphone ini terbilang dibawah standar. Kemampuan kamera utama misalnya, hanya memiliki resolusi 2 MP dengan tambahan fitur hanya 1/5” sensor size yang dapat menghasilkan foto dengan resolusi 1600 x 1200 pixels, dan video beresolusi 480p pada kecepatan 30fps. Begitu juga dengan kamera depan, pengguna harus puas dengan kemampuan lensa yang hanya memiliki resolusi VGA untuk kebutuhan selfie dan video chatting.

Sebagai penunjang daya pada generasi terbaru Lumia Series ini adalah baterei Li-Ion berkekuatan 1500 mAh. Meski tidak terlalu besar, namun baterei tersebut memiliki kemampuan untuk bertahan dalam kondisi stand by di jaringan 3G sampai dengan 720 jam, dan untuk talk time di jalur 3G mampu bertahan sekitar 8 jam 30 menit. Buat mereka yang suka mendengarkan lagu dari perangkat smartphone, baterei yang dimiliki Lumia 430 ini akan mampu memanjakan telinga dengan lantunan musik dalam waktu kurang lebih 47 jam.